iemawati

ahlan wa Sahlan in my blog….. :)

Desain Evaluasi Bahasa Arab Desember 19, 2012

Filed under: Uncategorized — iemawati @ 9:57 pm

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Desain pembelajaran tidak hanyan berperan sebagai pendekatan yang terorganisasi untuk memproduksi dan mengembangkan bahan ajar, tetapi juga merupakan sebuah proses genetic yang dapat digunakan untuk menganalisis masalah pembelajaran dan kinerja manusia serta menetukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. 

Desain pembelajaran lazimnya dimulai dari kegiatan analisis yang digunakan untuk menggambarkan masalah pembelajaran sesungguhnya yang perlu dicari solusinya. Setelah dapat menentukan masalah yang sesungguhnya maka langkah selanjutnya adalah menentukan alternaif solusi yang akan digunakan untuk mengatasi masalah pembelajaran.  Seorang perancang program pembelajaran perlu menentukan solusi yang tepat dari berbagai alternatif  yang ada. Selanjutnya ia dapat menerapkan solusi tersebut untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Evaluasi adalah langkah selanjutnya, sehingga nantinya bias mengetahui rancangan atau desain yang sesuai dengan pembelajaran dan desain tersebut busa diaplikasikan dalam proses pembelajaran.

  1. Rumusan Masalah
  1. Jelaskan tentang pengertian desain evaluasi pembelajaran bahasa Arab?
  2. Jelaskah tentang langkah-langkah dalam mendesain evaluasi pembelajaran bahasa Arab?
  3. Jelaskan tentang ruang lingkup tes bahasa Arab?
  4. Berikan contoh tentang desain evaluasi pembelajaran bahasa Arab?
  1. Tujuan

Mahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang definisi desain pembelajaran, langkah-langkah dalam mendesain evaluasi pembelajaran dan ruang lingkup tes bahasa Arab.

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Desain Evaluasi

Desain Evaluasi merupakan salah satu bagian dalam proses  siklus desain pembelajaran. Desain Evaluasi terdiri dari dua kata yaitu desain dan evaluasi. Desain menurut Herbert Simon berarti proses pemecahan masalah. Suatu Desain pada dasarnya adalah suatu proses yang bersifat linier yang di awali dengan penentuan kebutuhan, kemudian mengembangkan rancangan untuk merespons kebutuhan tersebut, selanjutnya rancangan tersebut di uji cobakan kemudian dilakukan proses evaluasi untuk menentukan hasil efektivitas rancangan (Desain) yang disusun.[1] 

Kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang mengandung kata dasar value “nilai”. Evaluasi merupakan suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan data dan penafsiran informasi untuk menilai (assess) keputusan-keputusan yang dibuat dalam merancang suatu sistem pembelajaran. Proses evaluasi senantiasa diarahkan ke tujuan tertentu, yakni untuk mendapatkan jawaban-jawaban tentang bagaimana memperbaiki pengajaran.[2] Pada dasarnya evaluasi mencakup dua hal yaitu mengukur dan menilai.

Berdasarkan dua penjelasan tentang makna desain dan evaluasi dapat disimpulkan bahwa desain evaluasi merupakan rancangan dalam suatu proses  penilaian dan pengukuran dengan tujuan memperbaiki sistem pembelajaran.

Desain evaluasi harus sesuai dengan, serasi, dan selaras, dengan desain materi/bahan ajar, desain elemen kompetensi/hasil belajar, desain strategi/metode/ teknik pembelajaran. Ini mutlak penting agar kejujuran terpelihara dan kejujuran menjadi ruh dalam pembelajaran.[3]

  1. Langkah-Langkah dalam Mendesain Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab.

Penilaian dalam pelajaran bahasa Arab tetap harus mengacu pada empat standar kompetensi(SK) yang diatur dalam PERMENAG 2008 di antaranya adalah standar kompetensi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat SK tersebut harus di ujikan oleh seorang guru bahasa Arab secara komprehensif agar tingkat validitas penilaian dapat mencerminkan kemampuan seorang siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Mengingat standar kompetensi yang ada pada pelajaran bahasa Arab ada empat maka sudah seharusnya soal bahasa Arab yang akan diujikan terdiri dari keempat unsur standar bahasa.[4]

Tahapan Penyusunan Soal (Tes) Bahasa Arab untuk menghasilkan suatu tes yang valid dan reliable, maka pembuat tes atau guru dapat menempuh langkah-langkah sebagai berikut.

Tahap Pertama adalah tahap persiapan. Pada tahap ini guru atau pembuat tes melakukan kajian terhadap kurikulum bahasa Arab dan buku pedoman pelaksanaan kurikulum untuk mata pelajaran bahasa Arab.

 Tahap kedua adalah pemilihan materi tes. Untuk menetapkan materi tes bahasa Arab yang benar-benar fixed dan selektif dapat dilakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:

a)      Menentukan komponen dan keterampilan berbahasa yang akan diteskan, misalnya tes kosakata, struktur, membaca, menulis atau tes berbicara.

b)      Menentukan pokok bahasan yang akan diteskan secara representatif (tidak bias dan tidak atas dasar subjektifitas penyusaun tes).

Tahap ketiga adalah menentukan bentuk dan jenis tes. Sebagaimana telah dikemukakan, tes komponen bahasa dan kemampuan berbahasa dapat disusun dalam bentuk subjektif dan atau objektif dengan segala variasinya atau jenisnya (kecuali tes keterampilan berbicara yang memiliki perlakuan khusus). Dengan ungkapan lain, tes yang disusun dapat berbentuk objektif dengan jenis pilihan ganda atau salah benar atau dapat pula berbentuk subjektif (esai).

Tahapan keempat menentukan jumlah butir tes. Perihal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jumlah butir tes adalah alokasi waktu yang tersedia untuk penyelenggaraan tes. Untuk menentukan berapa jumlah butir tes yang harus disusun sesuai dengan waktu yang tersedia memang tidak ada batasan yang pasti. Akan tetapi, guru dengan nalurinya yang mengetahui kondisi objektif siswanya akan dapat menentukan jumlah butir tes yang sesuai dengan waktu yang tersedia. Berkaitan dengan hubungan penentuan jumlah butir tes dan alokasi waktu yang tersedia, seorang guru atau pembuat tes perlu juga memperhatikan bentuk tesnya itu sendiri. Sudah barang tentu waktu yang digunakan untuk menjawab soal dalam bentuk esai lebih banyak daripada untuk menjawab soal dalam bentuk pilihan ganda atau salah-benar. Misalnya, jika jumlah butir tes itu 25, maka proporsi jumlah item untuk masing-masing jenis tes adalah 10 item untuk tes pilihan ganda, 10 item untuk tes salah-benar, dan 5 item untuk tes esai. Demikian pula, proporsi jumlah butir tes untuk masing-masing sub kemampuan juga perlu diperhatikan.[5]

Tahap kelima adalah menentukan skor. Apabila jumlah butir tes sejumlah 40 (pilihan ganda) dengan skor tertinggi 100 dan semua butir tes diberi bobot skor sama, maka skor untuk jawaban yang benar pada setiap bbutir tes adalah 2,5. Cara lain misalnya, setiap butir tes diberi bobot 1 dan nilai tertinggi 100.

Apabila soal yang dibuat, baik yang berbentuk subyektif ataupun obyektif itu setiap butirnya mempunyai tingkat kesulitan dan kompleksitas yang berbeda, maka pihak guru atau pembuat tes dapat memberikan bobot yang berbeda. Artinya, suatu butir tes mempunyai bobot tinggi apabila butir tes tersebut lebih sulit dan kompleks bila dibandingkan dengan butir tes yang lain. Untuk menentukan tingkat kesulitan dan kompleksitas suatu butir tes dapat didasarkan pada jugment pihak guru atau pembuat tes. (keputusan berdasarkan pengetahuan dengan pertimbangan yang matang).

Tahap keenam adalah membuat kisi- kisi. Kisi- kisi merupakan panduan dari guru dalam menyusun atau mengembangkan suatu tes. Ibarat orang yang sedang melaut, kisi- kisi merupakan kompasnya, sehingga dia mengetahui posisi dia berbeda. Demikian pula, seorang guru atau pembuat tes akan dapat menghasilkan tes yang berkualitas sesuai dengan arah tujuannya apabila dipedomani oleh sebuah kisi-kisi. Tanpa adanya kisi-kisi yang jelas, maka sulit bagi guru atau pembuat tes dapat menghasilkan sebuah tes yang memenuhi kriteria tes yang baik, yaitu suatu tes yang valid dan reliabel.

Tahap ketujuh adalah menyusun butir tes berdasarkan kisi-kisi. Dalam penyusunan butir soal ini, ada rambu-rambu yang sebaiknya diperhatikan oleh guru atau pembuat tes yaitu:

  1. Bahasa yang digunakan jelas dan lugas
  2. Sistem (pernyataan pokok)pada setiap butir tes (terutama butir tes pilihan ganda atau salah benar) hanya berisi satu permasalahan
  3. Panjang kalimat untuk setiap option (khusus untuk butir soal pilihan ganda)relatif sama. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kemungkinan teste memilih option yang paling pannjang sebagai jawaban yang paling benar
  4. Letak jawaban yang benar (khusus untuk butir tes pilihan ganda maupun salah  benar) disusun secara acak (tidak linier). Artinya, harus dihindari letak jawaban benar yang berpola, misalnya (dalam soal pilihan ganda) berpola ab,ac dan ad atau berpola aa,bb, cc dan dd.

 

Tahap kedelapan adalah uji coba tes yang telah disusun. Idealnya, sebelum tes (soal) diberlakukan kepada siswa, perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui apakah tes yang disusun itu benar0- benar tes yang baik (shahih dan reliable) atau apakah tes yang disusun itu memiliki tingkat kesulitan yang normal dan benar- benar dapat membedakan kelompok teste yang memiliki kemampuan tinggi dan rendah. Untuk mengetahui hal itu maka, setelah tes dilakukanlah analisis terhadap jawaban siswa (teste). Diantara variable yang dianalisis adalah analisis tingkat kesulitan, analisis daya beda, dan analisis reliabilitas.[6]

  1. Ruang Lingkup Tes Bahasa Arab

Tes merupakan alat ukur dalam proses evaluasi. Ruang lingkup tes bahasa dikategorikan menjadi dua yaitu tes komponen/unsur-unsur bahasa dan tes keterampilan bahasa.

            Adapun tes unsur-unsur bahasa adalah sebagai berikut:

  1. Tes ashwat bahasa Arab.
  2. Tes Mufrodat bahasa Arab.
  3. Tes tarkib/ qowaid (tata bahasa).

Sedangkan tes keterampilan bahasa adalah sebagai berikut:read more

a)      Tes keterampilan istima’(mendengar).

b)      Tes keterampilan kalam (berbicara).

c)      Tes keterampilan qiro’ah (membaca).

d)     Tes keterampilan kitabah (menulis).[7]

Kriteria tes yang baik adalah apabila tes yang disusun memiliki karakteristik tes yang baik, yaitu valid (validitas isi, konstruk, maupun face validity), reliable, dan praktis.[8] Menurut Purwanto Butir tes yang baik adalah butir yang mempunyai tingkat kesukaran yang sedang, daya pembeda yang tinggi, dan pengecoh yang berfungsi efektif.[9]

  1. Contoh Desain Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab.

TES KEMAMPUAN BERBICARA

Kisi- Kisi Evaluasi

a). Identitas Mata Pelajaran

Mata Pelajaran            : Bahasa Arab                                      Maharoh          : Kalam

Kelas/Semester            : XI/1, MA                                          Tema               : الصحة

                                                                                                Waktu             : 90 Menit

Standar Kompetensi   : Berbicara mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang Kesehatan.

Kompetensi Dasar

Indikator Kompetensi

Ranah Taksonomi

Jenis dan Bentuk Evaluasi

  1. Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafadz yang tepat tentangالصحة

Siswa mampu :

  1. Menirukan ujaran (kata,frase, kalimat) dengan tepat yang diucapkan guru pada konteks tema الصحة 
  2. MembedakanFrasesesuai dengan konteksالصحة 
  3. Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan menggunakanنعت / إضافة
  4. Memberikan contoh kalimat menggunakan نعت / إضافةsesuai dengan konteksالصحة

 

  1. Membuat Soal dari sebuah gambar/tayangan visual sesuai dengan konteksالصحة

 

Afektif- Penerimaan

 

 

 

 

 

Psikomotorik- Persepsi

 

Psikomotorik- Gerakan Terbiasa

 

 

 

 

Kognitif – Pemahaman

 

 

 

 

 

 

 

Kognitif-Sintesa

 

Tes lisan

 

 

 

 

 

 

Tes lisan

 

 

Tanya Jawab

 

 

 

 

 

TesLisan

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanya jawab

  1. Melakukan dialog sesuai konteks dengan tepat dan lancar tentang الصحة

Siswa mampu :

  1. Mempraktekkan dialog dengan sebuah panduan sesuai dengan konteksالصحة
  2. Berdialog dengan teman yang lain sebagai lawan bicaranya sesuai dengan temaالصحة
  3. Menjawab pertanyaan dari guru atau teman sesuai dengan temaالصحة

 

Psikomotorik – GerakanTerbimbing

 

 

 

Kognitif – Sintesa

 

 

 

 

Afektif – Penerimaan

 

Performance

 

 

 

 

 

Tanya Jawab

 

 

 

 

Tanya jawab

b). Instrumen Evaluasi

  1. Kompetensi Dasar: Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafadz yang tepat tentangالصحة 
    1. Menirukan ujaran (kata,frase, kalimat) dengan tepat pada konteks tema الصحة 

قلّد الجملكما تسمع !

١. أَشعر بآلام شديدة في المعدة (استماع)

٢.تناولت دواء الضغط، ودواء السكري (استماع)

٣.فقد تناولت كثيرا من السكريات والدهون والنشويات (استماع)

  1. Membedakan Frase sesuaidengan konteksالصحة 

فرّق حروف تحت الخط بصوت واضح !

١. آلم – عالم

  • شعرت آلم شديد في معيدتي
  • خلق الله هذا العالم لمخلوقه

٢. قلب – كلب

  • ذهب محمد إلى المستشفى لأنّه مريض القلب
  • رأيت كلباً مريضاً في الشارع

٣. بند – جند

  • أشرب بنداً من الدواء
  • أريد أن أكونجنداً

 

  1. Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan menggunakanنعت / إضافة

عبّر رأس الفكرة بتركيب “نعت-منعوت أو إضافة” من الفقرة الآتية!

كانت علامة الصحّة-في الماضي-أن يكون الإنسان سميناً، كثير اللحم والشحم، فالإنسان السمين هو الصحيح، والإنسان النحيف هو المريض. وكان الناس يأكلون كثيراً إذا وجدوا الطعام. وكان الرجال يفضّلون الزواج بالمرأة السمينة، ولا يحبّون الزواج بالمرأة النحيفة.

١. بتركيب “نعت و منعوت”

٢. بتركيب “الإضافة”

  1. Memberikan contoh kalimat menggunakan نعت / إضافةsesuai dengan konteksالصحة

اجعل الكلمات الآتية جملة مفيدة بتركيب “نعت-منعوت أو إضافة” ثمّ عبّرها أمام الفصل!

  1. رجل – مريض =………….
  2. صحّة – البدن =………….
  3. مريض- القلب =………….
    1. Membuat Soal dari sebuah gambar/tayangan visual sesuai dengan konteksالصحة

كوّن ثلاثة الأسئلة من الفيديو الآتي:

1-    ______________________________

2-    ______________________________

3-    ______________________________

  1. Kompetensi Dasar: Melakukan dialog sesuai konteks dengan tepat dan lancar tentang الصحة
  2. Mempraktekkan dialog dengansebuah panduan sesuai dengan konteks الصحة

اصنعالمحادثة بين أصحابك من خلال هذا النص:

جاء أحمد إلى الطبيب ليفحص ضغط الدم والسكار, كانتا مرتفعا لكثرة تناول السكريات والدهون والنشويات ولا يمارس نفسه بالرياضة. أرشد الطبيب على أن يتبع الحمية و يمارس الرياضة ويقابله بعد شهر.

  1. Berdialog dengan teman yang lain sebagai lawan bicaranya sesuai dengan temaالصحة, Teknis pelaksanaan instrument ini bisa digunakan dengan cara memberikan tenggang waktu pada siswa untuk mempersiapkan dialog yang akan ditampilkan. Contoh:

عمر      : السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

فاروق   : وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

عمر      : لماذا تغيبت عن الدراسة؟

فاروق   : أصبت بزكام شديد

عمر      : بم شعرت؟

فاروق   : شعرت بصداع شديد في الليل, وارتفعت درجة حرارتي.

عمر      : هل قابلت الطبيب؟

فاروق   : نعم, أذهبت إلى المستشفى بالإسعاف, وقابلت بالطبيب.

عمر      : وبم نصحك الطبيب؟

فاروق   : نصحني بالراحة وتناول الدواء, وهذا هو التقرير الطبي.

عمر      : شكرا لك, وبم تشعر الآن؟

فاروق   : الحمد لله, أنا بخير.

 

  1. Menjawab pertanyaan dari guru atau teman sesuai dengan tema الصحة

اجب عن الأسئلة الأتية !

١. ما معنى الصحة والمريض عند رأيك؟

٢. كيف أن تحفظ بدنك ليكون صحة؟

٣. هل تعمل الرياضة البدنية كل يوم؟

٤. ما تحاولإذا معيدتك مريضة؟

٥. كم مرة تشرب الدواء في اليوم؟

 

 

 

 

 

c). Rubrik Penilaian

No

Aspek yang dinilai

Nilai

Keterangan

 

1

Kesesuaian Pengucapan

5

Kalimat yang diucapkan tepat dan sesuai dengan instrumen

 

4

Kalimat yang diucapkan sesuai dengan instrumen

 

3

Kalimat yang diucapkan hampir sesuai dengan instrumen

 

2

Kalimat yang diucapkan sedikit sesuai dengan instrumen

 

1

Kalimat yang diucapkan tidak sesuai dengan instrumen

 

2

 

 

 

Kefasihan dan kelancarandenganstandar guru

5

Pengucapan makhorijul hurufnya terdengar jelas dan saat berbicara juga lancar

 

4

Pengucapan makhorijul hurufnya hampir jelas dan saat berbicara hampir lancar

 

3

Pengucapan makhorijul hurufnya kurang jelas dan saat berbicara kurang lancar

 

2

Pengucapan makhorijul hurufnya sedikit jelas dan saat berbicara sedikit jelas

 

1

Pengucapan makhorijul hurufnya tidak jelas dan saat berbicara tidak jelas

 

3

Qowaid

5

Pemberian i’robnya pada kalimat-kalimat yang disusun itu benar dan mengetahui alasannya

 

 

 

 

 

 

 

4

Pemberian i’robnya pada kalimat-kalimat yang disususn itu hampir benar dan hampir mengetahui alasannya

 

3

Pemberian i’robnya pada kalimat-kalimat yang disusun itu kurang benar dan kurang mengetahui alasannya

 

2

Pemberian i’robnya pada kalimat-kalimat yang disusun itu sedikit benar dan sedikit mengetahui alasannya

 

1

Pemberian i’robnya pada kalimat-kalimat yang disusun itu tidak benar dan tidak mengetahui alasannya

 

4

Intonasi dan Lahjah

5

Intonasi dan lahjah dalam pengucapannya sesuai dan tepat seperti pengucapannya

 

4

Intonasi dan lahjah dalam pengucapannya sesuai seperti pengucapannya

 

3

Intonasi dan lahjah pengucapannya hampir sesuai seperti pengucapannya

 

2

Intonasi dan lahjah dalam pengucapannya sedikit sesuai seperti pengucapannya

 

1

Intonasi dan lahjah dalam pengucapannya tidak sesuai seperti pengucapannya

 

5

Ketepatan jawaban

5

Jawaban sesuai dan tepat dengan tema

 

4

Jawaban sesuai dengan tema

 

3

Jawaban hampir sesuai dengan tema

 

2

Jawaban kurang sesuai dengan tema

 

1

Jawaban tidak sesuai dengan tema

 

6

Keberanian Berpendapat

5

Berani dalam berpendapat dan lancar dalam mengungkapkan pendapat dengan menggunakan bahasa arab

 

4

Berani dalam berpendapat dan hampir lancar dalam mengungkapkan pendapat dengan menggunakan bahasa arab

 

3

Berani dalam berpendapat dan kurang lancar dalam mengungkapkan pendapat dengan menggunakan bahasa arab

 

2

Berani dalam berpendapat dan sedikit lancar dalam mengungkapkan pendapat dengan menggunakan bahasa arab

 

1

Tidak berani dalam berpendapat dan tidak lancar dalam mengungkapkan pendapat dengan menggunakan bahasa arab

 

7

Mufrodat

5

Mempunyai mufrodat yang banyak dan  ide sesuai dengan tema

 

4

Mempunyai mufrodat yang hampir banyak tetapi ide kurang sesuai dengan tema

 

3

Mempunyai mufrodat yang kurang dan ide kurang sesuai dengan tema

 

2

Mempunyai mufrodat yang sedikit dan ide kurang sesuai dengan tema

 

1

Mempunyai mufrodat yang sedikit dan ide tidak sesuai dengan tema

 

 

d). Skoring

No

Nama siswa

Aspek yang di nilai

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :aspek yang di nilai

1 = kesesuaianpengucapan  2 = kefashihandankelancaran yang sesuaidenganstandar guru

3 = qowaid          4 = intonasidanlahjah        5 = ketepatanjawaban      6 = keberanianberpendapat

7 = mufrodat

Total skoring

Nilai rata-rata = jumlah nilai : 7 (aspek yang dinilai)

Contoh : Ummi mendapatkan jumlah nilai 29  Maka 29 : 7 = 4,1 (ممتاز)

Nilai

Skala

Keterangan

4,1 – 5

A

ممتاز

3,1 – 4

B

جيّد جدّا

2,1 – 3

C

جيّد

1,1 – 2

D

مقبول

0 – 1

E

مردود

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  1. Desain evaluasi merupakan rancangan dalam suatu proses  penilaian dan pengukuran dengan tujuan memperbaiki sistem pembelajaran.
  2. Tahapan Penyusunan Soal (Tes) Bahasa Arab untuk menghasilkan suatu tes yang valid dan reliable, maka pembuat tes atau guru dapat menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
    1. Tahap Pertama adalah tahap persiapan.
    2. Tahap kedua adalah pemilihan materi tes.
    3. Tahap ketiga adalah menentukan bentuk dan jenis tes.
    4. Tahapan keempat menentukan jumlah butir tes.
    5. Tahap kelima adalah menentukan skor.
    6. Tahap keenam adalah membuat kisi- kisi.
    7. Tahap ketujuh adalah menyusun butir tes berdasarkan kisi-kisi.
    8.  Tahap kedelapan adalah uji coba tes yang telah disusun.

 

    1. Ruang lingkup tes bahasa dikategorikan menjadi dua yaitu tes komponen/unsur-unsur bahasa dan tes keterampilan bahasa. Tes unsur-unsur bahasa yaitu Tes ashwat, Mufrodat , tarkib/ qowaid (tata bahasa), sedangkan tes keterampilan bahasa yaitu Tes keterampilan istima’(mendengar), kalam (berbicara), qiro’ah (membaca), kitabah (menulis).

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

M. Ainin dkk, Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab, Malang: Miykat, 2006.

 Hamid, Abdul. M.A. Mengukur Kemampuan Bahasa Arab, Malang: UIN Maliki Press, 2010.

Munthe ,Bermawie. Desain Pembelajaran, Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2009.

Sanjaya, Wina. Perencanaan dan Desain Pembelajaran. (Jakarta: Kencana Prenada, 2008), 65-66 Ansori, Isa. Perencanaan Sistem Pembelajaran, Sidoarjo: Muhammadiyah university Press, 2009.

Taufik MPd.I, Pembelajaran Bahasa Arab MI, Surabaya: PMN Surabaya, 2011.

Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011.


[1] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Pembelajaran. (Jakarta: Kencana Prenada, 2008), 65-66

[2] Isa Ansori, Perencanaan Sistem Pembelajaran, (Sidoarjo: Muhammadiyah university Press, 2009), 70

[3] Bermawie Munthe, Desain Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2009), 88

[4] Taufik MPd.I, Pembelajaran Bahasa Arab MI, (Surabaya: PMN Surabaya, 2011), 171

[5] Dr. M. Ainin dkk, Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab, MIYKAT (Malang, 2006), hal. 94-97

[6] Ibid ., 97-101

[7] H. M. Abdul Hamid, M.A. Mengukur Kemampuan Bahasa Arab, (Malang: UIN Maliki Press, 2010), 29-41

[8] Ibid., 20

[9] Dr. Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011), 97

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Desain pembelajaran tidak hanyan berperan sebagai pendekatan yang terorganisasi untuk memproduksi dan mengembangkan bahan ajar, tetapi juga merupakan sebuah proses genetic yang dapat digunakan untuk menganalisis masalah pembelajaran dan kinerja manusia serta menetukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. 

Desain pembelajaran lazimnya dimulai dari kegiatan analisis yang digunakan untuk menggambarkan masalah pembelajaran sesungguhnya yang perlu dicari solusinya. Setelah dapat menentukan masalah yang sesungguhnya maka langkah selanjutnya adalah menentukan alternaif solusi yang akan digunakan untuk mengatasi masalah pembelajaran.  Seorang perancang program pembelajaran perlu menentukan solusi yang tepat dari berbagai alternatif  yang ada. Selanjutnya ia dapat menerapkan solusi tersebut untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Evaluasi adalah langkah selanjutnya, sehingga nantinya bias mengetahui rancangan atau desain yang sesuai dengan pembelajaran dan desain tersebut busa diaplikasikan dalam proses pembelajaran.

  1. Rumusan Masalah
  1. Jelaskan tentang pengertian desain evaluasi pembelajaran bahasa Arab?
  2. Jelaskah tentang langkah-langkah dalam mendesain evaluasi pembelajaran bahasa Arab?
  3. Jelaskan tentang ruang lingkup tes bahasa Arab?
  4. Berikan contoh tentang desain evaluasi pembelajaran bahasa Arab?
  1. Tujuan

Mahasiswa dapat mengerti dan memahami tentang definisi desain pembelajaran, langkah-langkah dalam mendesain evaluasi pembelajaran dan ruang lingkup tes bahasa Arab.

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Desain Evaluasi

Desain Evaluasi merupakan salah satu bagian dalam proses  siklus desain pembelajaran. Desain Evaluasi terdiri dari dua kata yaitu desain dan evaluasi. Desain menurut Herbert Simon berarti proses pemecahan masalah. Suatu Desain pada dasarnya adalah suatu proses yang bersifat linier yang di awali dengan penentuan kebutuhan, kemudian mengembangkan rancangan untuk merespons kebutuhan tersebut, selanjutnya rancangan tersebut di uji cobakan kemudian dilakukan proses evaluasi untuk menentukan hasil efektivitas rancangan (Desain) yang disusun.[1] 

Kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang mengandung kata dasar value “nilai”. Evaluasi merupakan suatu proses berkelanjutan tentang pengumpulan data dan penafsiran informasi untuk menilai (assess) keputusan-keputusan yang dibuat dalam merancang suatu sistem pembelajaran. Proses evaluasi senantiasa diarahkan ke tujuan tertentu, yakni untuk mendapatkan jawaban-jawaban tentang bagaimana memperbaiki pengajaran.[2] Pada dasarnya evaluasi mencakup dua hal yaitu mengukur dan menilai.

Berdasarkan dua penjelasan tentang makna desain dan evaluasi dapat disimpulkan bahwa desain evaluasi merupakan rancangan dalam suatu proses  penilaian dan pengukuran dengan tujuan memperbaiki sistem pembelajaran.

Desain evaluasi harus sesuai dengan, serasi, dan selaras, dengan desain materi/bahan ajar, desain elemen kompetensi/hasil belajar, desain strategi/metode/ teknik pembelajaran. Ini mutlak penting agar kejujuran terpelihara dan kejujuran menjadi ruh dalam pembelajaran.[3]

  1. Langkah-Langkah dalam Mendesain Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab.

Penilaian dalam pelajaran bahasa Arab tetap harus mengacu pada empat standar kompetensi(SK) yang diatur dalam PERMENAG 2008 di antaranya adalah standar kompetensi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat SK tersebut harus di ujikan oleh seorang guru bahasa Arab secara komprehensif agar tingkat validitas penilaian dapat mencerminkan kemampuan seorang siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Mengingat standar kompetensi yang ada pada pelajaran bahasa Arab ada empat maka sudah seharusnya soal bahasa Arab yang akan diujikan terdiri dari keempat unsur standar bahasa.[4]

Tahapan Penyusunan Soal (Tes) Bahasa Arab untuk menghasilkan suatu tes yang valid dan reliable, maka pembuat tes atau guru dapat menempuh langkah-langkah sebagai berikut.

Tahap Pertama adalah tahap persiapan. Pada tahap ini guru atau pembuat tes melakukan kajian terhadap kurikulum bahasa Arab dan buku pedoman pelaksanaan kurikulum untuk mata pelajaran bahasa Arab.

 Tahap kedua adalah pemilihan materi tes. Untuk menetapkan materi tes bahasa Arab yang benar-benar fixed dan selektif dapat dilakukan beberapa kegiatan sebagai berikut:

a)      Menentukan komponen dan keterampilan berbahasa yang akan diteskan, misalnya tes kosakata, struktur, membaca, menulis atau tes berbicara.

b)      Menentukan pokok bahasan yang akan diteskan secara representatif (tidak bias dan tidak atas dasar subjektifitas penyusaun tes).

Tahap ketiga adalah menentukan bentuk dan jenis tes. Sebagaimana telah dikemukakan, tes komponen bahasa dan kemampuan berbahasa dapat disusun dalam bentuk subjektif dan atau objektif dengan segala variasinya atau jenisnya (kecuali tes keterampilan berbicara yang memiliki perlakuan khusus). Dengan ungkapan lain, tes yang disusun dapat berbentuk objektif dengan jenis pilihan ganda atau salah benar atau dapat pula berbentuk subjektif (esai).

Tahapan keempat menentukan jumlah butir tes. Perihal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jumlah butir tes adalah alokasi waktu yang tersedia untuk penyelenggaraan tes. Untuk menentukan berapa jumlah butir tes yang harus disusun sesuai dengan waktu yang tersedia memang tidak ada batasan yang pasti. Akan tetapi, guru dengan nalurinya yang mengetahui kondisi objektif siswanya akan dapat menentukan jumlah butir tes yang sesuai dengan waktu yang tersedia. Berkaitan dengan hubungan penentuan jumlah butir tes dan alokasi waktu yang tersedia, seorang guru atau pembuat tes perlu juga memperhatikan bentuk tesnya itu sendiri. Sudah barang tentu waktu yang digunakan untuk menjawab soal dalam bentuk esai lebih banyak daripada untuk menjawab soal dalam bentuk pilihan ganda atau salah-benar. Misalnya, jika jumlah butir tes itu 25, maka proporsi jumlah item untuk masing-masing jenis tes adalah 10 item untuk tes pilihan ganda, 10 item untuk tes salah-benar, dan 5 item untuk tes esai. Demikian pula, proporsi jumlah butir tes untuk masing-masing sub kemampuan juga perlu diperhatikan.[5]

Tahap kelima adalah menentukan skor. Apabila jumlah butir tes sejumlah 40 (pilihan ganda) dengan skor tertinggi 100 dan semua butir tes diberi bobot skor sama, maka skor untuk jawaban yang benar pada setiap bbutir tes adalah 2,5. Cara lain misalnya, setiap butir tes diberi bobot 1 dan nilai tertinggi 100.

Apabila soal yang dibuat, baik yang berbentuk subyektif ataupun obyektif itu setiap butirnya mempunyai tingkat kesulitan dan kompleksitas yang berbeda, maka pihak guru atau pembuat tes dapat memberikan bobot yang berbeda. Artinya, suatu butir tes mempunyai bobot tinggi apabila butir tes tersebut lebih sulit dan kompleks bila dibandingkan dengan butir tes yang lain. Untuk menentukan tingkat kesulitan dan kompleksitas suatu butir tes dapat didasarkan pada jugment pihak guru atau pembuat tes. (keputusan berdasarkan pengetahuan dengan pertimbangan yang matang).

Tahap keenam adalah membuat kisi- kisi. Kisi- kisi merupakan panduan dari guru dalam menyusun atau mengembangkan suatu tes. Ibarat orang yang sedang melaut, kisi- kisi merupakan kompasnya, sehingga dia mengetahui posisi dia berbeda. Demikian pula, seorang guru atau pembuat tes akan dapat menghasilkan tes yang berkualitas sesuai dengan arah tujuannya apabila dipedomani oleh sebuah kisi-kisi. Tanpa adanya kisi-kisi yang jelas, maka sulit bagi guru atau pembuat tes dapat menghasilkan sebuah tes yang memenuhi kriteria tes yang baik, yaitu suatu tes yang valid dan reliabel.

Tahap ketujuh adalah menyusun butir tes berdasarkan kisi-kisi. Dalam penyusunan butir soal ini, ada rambu-rambu yang sebaiknya diperhatikan oleh guru atau pembuat tes yaitu:

  1. Bahasa yang digunakan jelas dan lugas
  2. Sistem (pernyataan pokok)pada setiap butir tes (terutama butir tes pilihan ganda atau salah benar) hanya berisi satu permasalahan
  3. Panjang kalimat untuk setiap option (khusus untuk butir soal pilihan ganda)relatif sama. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kemungkinan teste memilih option yang paling pannjang sebagai jawaban yang paling benar
  4. Letak jawaban yang benar (khusus untuk butir tes pilihan ganda maupun salah  benar) disusun secara acak (tidak linier). Artinya, harus dihindari letak jawaban benar yang berpola, misalnya (dalam soal pilihan ganda) berpola ab,ac dan ad atau berpola aa,bb, cc dan dd.

 

Tahap kedelapan adalah uji coba tes yang telah disusun. Idealnya, sebelum tes (soal) diberlakukan kepada siswa, perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui apakah tes yang disusun itu benar0- benar tes yang baik (shahih dan reliable) atau apakah tes yang disusun itu memiliki tingkat kesulitan yang normal dan benar- benar dapat membedakan kelompok teste yang memiliki kemampuan tinggi dan rendah. Untuk mengetahui hal itu maka, setelah tes dilakukanlah analisis terhadap jawaban siswa (teste). Diantara variable yang dianalisis adalah analisis tingkat kesulitan, analisis daya beda, dan analisis reliabilitas.[6]

  1. Ruang Lingkup Tes Bahasa Arab

Tes merupakan alat ukur dalam proses evaluasi. Ruang lingkup tes bahasa dikategorikan menjadi dua yaitu tes komponen/unsur-unsur bahasa dan tes keterampilan bahasa.

            Adapun tes unsur-unsur bahasa adalah sebagai berikut:

  1. Tes ashwat bahasa Arab.
  2. Tes Mufrodat bahasa Arab.
  3. Tes tarkib/ qowaid (tata bahasa).

Sedangkan tes keterampilan bahasa adalah sebagai berikut:

a)      Tes keterampilan istima’(mendengar).

b)      Tes keterampilan kalam (berbicara).

c)      Tes keterampilan qiro’ah (membaca).

d)     Tes keterampilan kitabah (menulis).[7]

Kriteria tes yang baik adalah apabila tes yang disusun memiliki karakteristik tes yang baik, yaitu valid (validitas isi, konstruk, maupun face validity), reliable, dan praktis.[8] Menurut Purwanto Butir tes yang baik adalah butir yang mempunyai tingkat kesukaran yang sedang, daya pembeda yang tinggi, dan pengecoh yang berfungsi efektif.[9]

  1. Contoh Desain Evaluasi Pembelajaran Bahasa Arab.

TES KEMAMPUAN BERBICARA

Kisi- Kisi Evaluasi

a). Identitas Mata Pelajaran

Mata Pelajaran            : Bahasa Arab                                      Maharoh          : Kalam

Kelas/Semester            : XI/1, MA                                          Tema               : الصحة

                                                                                                Waktu             : 90 Menit

Standar Kompetensi   : Berbicara mengungkapkan informasi secara lisan berbentuk paparan atau dialog tentang Kesehatan.

Kompetensi Dasar

Indikator Kompetensi

Ranah Taksonomi

Jenis dan Bentuk Evaluasi

  1. Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafadz yang tepat tentangالصحة

Siswa mampu :

  1. Menirukan ujaran (kata,frase, kalimat) dengan tepat yang diucapkan guru pada konteks tema الصحة 
  2. MembedakanFrasesesuai dengan konteksالصحة 
  3. Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan menggunakanنعت / إضافة
  4. Memberikan contoh kalimat menggunakan نعت / إضافةsesuai dengan konteksالصحة

 

  1. Membuat Soal dari sebuah gambar/tayangan visual sesuai dengan konteksالصحة

 

Afektif- Penerimaan

 

 

 

 

 

Psikomotorik- Persepsi

 

Psikomotorik- Gerakan Terbiasa

 

 

 

 

Kognitif – Pemahaman

 

 

 

 

 

 

 

Kognitif-Sintesa

 

Tes lisan

 

 

 

 

 

 

Tes lisan

 

 

Tanya Jawab

 

 

 

 

 

TesLisan

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanya jawab

  1. Melakukan dialog sesuai konteks dengan tepat dan lancar tentang الصحة

Siswa mampu :

  1. Mempraktekkan dialog dengan sebuah panduan sesuai dengan konteksالصحة
  2. Berdialog dengan teman yang lain sebagai lawan bicaranya sesuai dengan temaالصحة
  3. Menjawab pertanyaan dari guru atau teman sesuai dengan temaالصحة

 

Psikomotorik – GerakanTerbimbing

 

 

 

Kognitif – Sintesa

 

 

 

 

Afektif – Penerimaan

 

Performance

 

 

 

 

 

Tanya Jawab

 

 

 

 

Tanya jawab

 

b). Instrumen Evaluasi

  1. Kompetensi Dasar: Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan lafadz yang tepat tentangالصحة 
    1. Menirukan ujaran (kata,frase, kalimat) dengan tepat pada konteks tema الصحة 

قلّد الجملكما تسمع !

١. أَشعر بآلام شديدة في المعدة (استماع)

٢.تناولت دواء الضغط، ودواء السكري (استماع)

٣.فقد تناولت كثيرا من السكريات والدهون والنشويات (استماع)

  1. Membedakan Frase sesuaidengan konteksالصحة 

فرّق حروف تحت الخط بصوت واضح !

١. آلم – عالم

  • شعرت آلم شديد في معيدتي
  • خلق الله هذا العالم لمخلوقه

٢. قلب – كلب

  • ذهب محمد إلى المستشفى لأنّه مريض القلب
  • رأيت كلباً مريضاً في الشارع

٣. بند – جند

  • أشرب بنداً من الدواء
  • أريد أن أكونجنداً

 

  1. Menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan menggunakanنعت / إضافة

عبّر رأس الفكرة بتركيب “نعت-منعوت أو إضافة” من الفقرة الآتية!

كانت علامة الصحّة-في الماضي-أن يكون الإنسان سميناً، كثير اللحم والشحم، فالإنسان السمين هو الصحيح، والإنسان النحيف هو المريض. وكان الناس يأكلون كثيراً إذا وجدوا الطعام. وكان الرجال يفضّلون الزواج بالمرأة السمينة، ولا يحبّون الزواج بالمرأة النحيفة.

١. بتركيب “نعت و منعوت”

٢. بتركيب “الإضافة”

  1. Memberikan contoh kalimat menggunakan نعت / إضافةsesuai dengan konteksالصحة

اجعل الكلمات الآتية جملة مفيدة بتركيب “نعت-منعوت أو إضافة” ثمّ عبّرها أمام الفصل!

  1. رجل – مريض =………….
  2. صحّة – البدن =………….
  3. مريض- القلب =………….
    1. Membuat Soal dari sebuah gambar/tayangan visual sesuai dengan konteksالصحة

كوّن ثلاثة الأسئلة من الفيديو الآتي:

1-    ______________________________

2-    ______________________________

3-    ______________________________

  1. Kompetensi Dasar: Melakukan dialog sesuai konteks dengan tepat dan lancar tentang الصحة
  2. Mempraktekkan dialog dengansebuah panduan sesuai dengan konteks الصحة

اصنعالمحادثة بين أصحابك من خلال هذا النص:

جاء أحمد إلى الطبيب ليفحص ضغط الدم والسكار, كانتا مرتفعا لكثرة تناول السكريات والدهون والنشويات ولا يمارس نفسه بالرياضة. أرشد الطبيب على أن يتبع الحمية و يمارس الرياضة ويقابله بعد شهر.

  1. Berdialog dengan teman yang lain sebagai lawan bicaranya sesuai dengan temaالصحة, Teknis pelaksanaan instrument ini bisa digunakan dengan cara memberikan tenggang waktu pada siswa untuk mempersiapkan dialog yang akan ditampilkan. Contoh:

عمر      : السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

فاروق   : وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

عمر      : لماذا تغيبت عن الدراسة؟

فاروق   : أصبت بزكام شديد

عمر      : بم شعرت؟

فاروق   : شعرت بصداع شديد في الليل, وارتفعت درجة حرارتي.

عمر      : هل قابلت الطبيب؟

فاروق   : نعم, أذهبت إلى المستشفى بالإسعاف, وقابلت بالطبيب.

عمر      : وبم نصحك الطبيب؟

فاروق   : نصحني بالراحة وتناول الدواء, وهذا هو التقرير الطبي.

عمر      : شكرا لك, وبم تشعر الآن؟

فاروق   : الحمد لله, أنا بخير.

 

  1. Menjawab pertanyaan dari guru atau teman sesuai dengan tema الصحة

اجب عن الأسئلة الأتية !

١. ما معنى الصحة والمريض عند رأيك؟

٢. كيف أن تحفظ بدنك ليكون صحة؟

٣. هل تعمل الرياضة البدنية كل يوم؟

٤. ما تحاولإذا معيدتك مريضة؟

٥. كم مرة تشرب الدواء في اليوم؟

 

 

 

 

 

c). Rubrik Penilaian

No

Aspek yang dinilai

Nilai

Keterangan

 

1

Kesesuaian Pengucapan

5

Kalimat yang diucapkan tepat dan sesuai dengan instrumen

 

4

Kalimat yang diucapkan sesuai dengan instrumen

 

3

Kalimat yang diucapkan hampir sesuai dengan instrumen

 

2

Kalimat yang diucapkan sedikit sesuai dengan instrumen

 

1

Kalimat yang diucapkan tidak sesuai dengan instrumen

 

2

 

 

 

Kefasihan dan kelancarandenganstandar guru

5

Pengucapan makhorijul hurufnya terdengar jelas dan saat berbicara juga lancar

 

4

Pengucapan makhorijul hurufnya hampir jelas dan saat berbicara hampir lancar

 

3

Pengucapan makhorijul hurufnya kurang jelas dan saat berbicara kurang lancar

 

2

Pengucapan makhorijul hurufnya sedikit jelas dan saat berbicara sedikit jelas

 

1

Pengucapan makhorijul hurufnya tidak jelas dan saat berbicara tidak jelas

 

3

Qowaid

5

Pemberian i’robnya pada kalimat-kalimat yang disusun itu benar dan mengetahui alasannya

 

 

 

 

 

 

 

4

Pemberian i’robnya pada kalimat-kalimat yang disususn itu hampir benar dan hampir mengetahui alasannya

 

3

Pemberian i’robnya pada kalimat-kalimat yang disusun itu kurang benar dan kurang mengetahui alasannya

 

2

Pemberian i’robnya pada kalimat-kalimat yang disusun itu sedikit benar dan sedikit mengetahui alasannya

 

1

Pemberian i’robnya pada kalimat-kalimat yang disusun itu tidak benar dan tidak mengetahui alasannya

 

4

Intonasi dan Lahjah

5

Intonasi dan lahjah dalam pengucapannya sesuai dan tepat seperti pengucapannya

 

4

Intonasi dan lahjah dalam pengucapannya sesuai seperti pengucapannya

 

3

Intonasi dan lahjah pengucapannya hampir sesuai seperti pengucapannya

 

2

Intonasi dan lahjah dalam pengucapannya sedikit sesuai seperti pengucapannya

 

1

Intonasi dan lahjah dalam pengucapannya tidak sesuai seperti pengucapannya

 

5

Ketepatan jawaban

5

Jawaban sesuai dan tepat dengan tema

 

4

Jawaban sesuai dengan tema

 

3

Jawaban hampir sesuai dengan tema

 

2

Jawaban kurang sesuai dengan tema

 

1

Jawaban tidak sesuai dengan tema

 

6

Keberanian Berpendapat

5

Berani dalam berpendapat dan lancar dalam mengungkapkan pendapat dengan menggunakan bahasa arab

 

4

Berani dalam berpendapat dan hampir lancar dalam mengungkapkan pendapat dengan menggunakan bahasa arab

 

3

Berani dalam berpendapat dan kurang lancar dalam mengungkapkan pendapat dengan menggunakan bahasa arab

 

2

Berani dalam berpendapat dan sedikit lancar dalam mengungkapkan pendapat dengan menggunakan bahasa arab

 

1

Tidak berani dalam berpendapat dan tidak lancar dalam mengungkapkan pendapat dengan menggunakan bahasa arab

 

7

Mufrodat

5

Mempunyai mufrodat yang banyak dan  ide sesuai dengan tema

 

4

Mempunyai mufrodat yang hampir banyak tetapi ide kurang sesuai dengan tema

 

3

Mempunyai mufrodat yang kurang dan ide kurang sesuai dengan tema

 

2

Mempunyai mufrodat yang sedikit dan ide kurang sesuai dengan tema

 

1

Mempunyai mufrodat yang sedikit dan ide tidak sesuai dengan tema

 

 

d). Skoring

No

Nama siswa

Aspek yang di nilai

Jumlah

1

2

3

4

5

6

7

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan :aspek yang di nilai

1 = kesesuaianpengucapan  2 = kefashihandankelancaran yang sesuaidenganstandar guru

3 = qowaid          4 = intonasidanlahjah        5 = ketepatanjawaban      6 = keberanianberpendapat

7 = mufrodat

Total skoring

Nilai rata-rata = jumlah nilai : 7 (aspek yang dinilai)

Contoh : Ummi mendapatkan jumlah nilai 29  Maka 29 : 7 = 4,1 (ممتاز)

Nilai

Skala

Keterangan

4,1 – 5

A

ممتاز

3,1 – 4

B

جيّد جدّا

2,1 – 3

C

جيّد

1,1 – 2

D

مقبول

0 – 1

E

مردود

 

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan
  1. Desain evaluasi merupakan rancangan dalam suatu proses  penilaian dan pengukuran dengan tujuan memperbaiki sistem pembelajaran.
  2. Tahapan Penyusunan Soal (Tes) Bahasa Arab untuk menghasilkan suatu tes yang valid dan reliable, maka pembuat tes atau guru dapat menempuh langkah-langkah sebagai berikut:
    1. Tahap Pertama adalah tahap persiapan.
    2. Tahap kedua adalah pemilihan materi tes.
    3. Tahap ketiga adalah menentukan bentuk dan jenis tes.
    4. Tahapan keempat menentukan jumlah butir tes.
    5. Tahap kelima adalah menentukan skor.
    6. Tahap keenam adalah membuat kisi- kisi.
    7. Tahap ketujuh adalah menyusun butir tes berdasarkan kisi-kisi.
    8.  Tahap kedelapan adalah uji coba tes yang telah disusun.

 

    1. Ruang lingkup tes bahasa dikategorikan menjadi dua yaitu tes komponen/unsur-unsur bahasa dan tes keterampilan bahasa. Tes unsur-unsur bahasa yaitu Tes ashwat, Mufrodat , tarkib/ qowaid (tata bahasa), sedangkan tes keterampilan bahasa yaitu Tes keterampilan istima’(mendengar), kalam (berbicara), qiro’ah (membaca), kitabah (menulis).

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

M. Ainin dkk, Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab, Malang: Miykat, 2006.

 Hamid, Abdul. M.A. Mengukur Kemampuan Bahasa Arab, Malang: UIN Maliki Press, 2010.

Munthe ,Bermawie. Desain Pembelajaran, Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2009.

Sanjaya, Wina. Perencanaan dan Desain Pembelajaran. (Jakarta: Kencana Prenada, 2008), 65-66 Ansori, Isa. Perencanaan Sistem Pembelajaran, Sidoarjo: Muhammadiyah university Press, 2009.

Taufik MPd.I, Pembelajaran Bahasa Arab MI, Surabaya: PMN Surabaya, 2011.

Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011.


[1] Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Pembelajaran. (Jakarta: Kencana Prenada, 2008), 65-66

[2] Isa Ansori, Perencanaan Sistem Pembelajaran, (Sidoarjo: Muhammadiyah university Press, 2009), 70

[3] Bermawie Munthe, Desain Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2009), 88

[4] Taufik MPd.I, Pembelajaran Bahasa Arab MI, (Surabaya: PMN Surabaya, 2011), 171

[5] Dr. M. Ainin dkk, Evaluasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab, MIYKAT (Malang, 2006), hal. 94-97

[6] Ibid ., 97-101

[7] H. M. Abdul Hamid, M.A. Mengukur Kemampuan Bahasa Arab, (Malang: UIN Maliki Press, 2010), 29-41

[8] Ibid., 20

[9] Dr. Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011), 97

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s









thanks…:)



flag map counter


my music

<iframe frameborder="0" width=""270"" height=""265"" src="https://wpcomwidgets.com?width=%22270%22&height=%22265%22&src=%22http%3A%2F%2Fassets.myflashfetish.com%2Fswf%2Fmp3%2Fmp-dog.swf%3Fmyid%3D88802886%26path%3D2012%2F05%2F13%22&quality=%22high%22&flashvars=%22mycolor%3DB99868%26mycolor2%3D48808C%26mycolor3%3DFFFFFF%26autoplay%3Dtrue%26rand%3D1%26f%3D4%26vol%3D100%26pat%3D0%26grad%3Dfalse%22&salign=%22TL%22&wmode=%22transparent%22&_tag=gigya&_hash=c17a76fe8773806d1a9d7c398b552dfc" id="wpcom-iframe-c17a76fe8773806d1a9d7c398b552dfc"></iframe>Music Playlist at MixPod.com
 
 
%d blogger menyukai ini: